Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Thursday, April 6, 2017
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H 2014 M Kabupaten Magetan
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H 2014 M Kabupaten Magetan
Hallo sobat Opowi udah ngga kerasa ya kita akan menghadapi Ramadhan tahun ini yang kurang seminggu lagi. Perasaannya gimana , Kalo para mimin-mimin disini sih udah ngga sabar lagi , apalagi suasana saat salat tarawih. Yap kali ini mimin mau share jadwal buat kalian semua. Ngga usah lama-lama nih kita beri

nih yang mau dalam format MS.Exel klik sini
dont missed
Available link for download
Saturday, February 25, 2017
Indahnya Ramadhan
Indahnya Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyyah. Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam semakin intens melakukan serangkaian aktivitas keagamaan.
Berpuasa, shalat Tarawih, menggelar peringatan turunnya AI-Quran, mencari malam Lailatul Qadar, memperbanyak membaca AI-Quran, dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fithrah dan merayakan hari kemenangan, `Idul Fithri.Kewajiban berpuasa ini dijalankan kaum muslimin setiap hari dari adzan subuh hingga datangnya maghrib, sampai Idul Fithri tiba.
Pada malam 1 Syawwal dikumandangkan takbir secara serentak, tanda kemenangan kaum muslimin melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Lalu keesokan harinya, umat Islam melaksanakan shalat sunnah Idul Fithri.
Keutamaan Tarawih
Shalat Tarawih adalah shalat yang dikerjakan di malam hari setelah shalat Isya di bulan Ramadhan yang dapat dikerjakan secara sendiri-sendiri ataupun berjamaah. Waktu pelaksanaannya adalah setelah pelaksanaan shalat Isya sampai sebelum terbit fajar subuh.
Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah, sunnah yang diutamakan.
Tidak hanya melakukan shalat Tarawih, pada malam-malam selama bulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk melakukan shalat-shalat sunnah lainnya, juga melakukan segala kebaikan. Walaupun di bulan-bulan lainnya juga kita dianjurkan melakukan amal shalih, berbeda dengan bulan Ramadhan, karena selama bulan Ramadhan ini segala pahala kebaikan dilipatgandakan.
Keistimewaan tailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang hanya ada di bulan Ramadhan. Malam itu, dikatakan dalam Al Quran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan.
Saat pasti kapan malam itu tidak diketahui, namun, menurut beberapa riwayat, malam itu jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil, yakni malam ke21, 23, 25, 27, atau ke 29.
Sebagian muslim berusaha tidak melewatkan malam itu dengan menjaga diri tetap terjaga pada malammalam terakhir Ramadhan sembari beribadah sepanjang malam.
Gambaran tentang keistimewaan malam itu dapat dijumpai pada surah Al-Qadr, surah ke 97, dalam Al-Quran, yang antara lain menerangkan bahwa pada malam itu diturunkan AI-Quran dan para malaikat dan Jibril turun ke dunia untuk mengatur segala urusan.
Allah Taala berfirman, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (QS. AI-Baqarah: 185).
Ibnu Katsir Rahimahullah tatkala menafsirkan ayat itu mengatakan, "(Dalam ayat ini) Allah Taala memuji bulan puasa (yaitu bulan Ramadhan) dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya AI-Quran dari bulan-buIan lainnya. Sebagaimana pula pada buIan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab Ilahiyah lainnya kepada para nabi alaihimus salam."
Lalu bagaimana kita menyikapi pencarian malam Lailatul Qadar tersebut? Apakah harus menyepi ke dalam gua, atau berkhalwat di puncak-puncak gunung?
Kita lihat bagaimana Rasulullah memberikan teladan ketika mengisi bulan suci Ramadhan, yang termaktub dalam hadist berikut, "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW tatkala masuk malam kesepuluh (dari bulan Ramadhan) beliau bangun di waktu malam dan membangunkan istri beliau serta mengencangkan kainnya." (HR Al-Bukhari, Muslim). Maksud "mengencangkan kainnya" adalah memperbanyak ibadah.
Bangunlah di kala keheningan malam, bermunajat ke hadirat Ilahi seraya meratapi dosa-dosa yang telah lalu,sambil berdzikir, membaca Al-Quran, dan ber-itikaf di masjid. Insya Allah, dengan segala kerendahan hati kita meminta dan bermunajat kepada Allah, apa yang kita mohonkan dikabulkan.
Tetapi terkadang tidak sedikit di antara kita yang awam terlalu disibukkan dengan mencari-cari rahasia apa yang terkandung pada malam Lailatul Qadar, seperti sibuk mencari dan menyelicliki keberadaannya, sibuk mengamati tanda-tandanya, sehingga meninggalkan ibadah. Betapa banyak orang yang lupa membaca AI-Quran, dzikir, dan mencari ilmu, karena terlalu sibuk mengamati tanda-tanda Lailatul Oadar.
Menjelang matahari terbit, misalnya, terkadang kita dapati ada orang yang terlalu sibuk memperhatikan dan mengamati matahari, untuk mencari tahu apakah sinar matahari pagi itu terik ataukah tidak. Salah satu tanda Lailatul Qadar, sinar matahari tidak terik tapi tidak juga redup.
Mestinya mereka ini memperhatikan pesan Rasulullah SAW, "Semoga (dengan dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar itu) menjadi lebih baik bagi kalian." (HR Al-Bukhari).
Menurut para ulama, hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar, agar manusia bersungguh-sungguh dan memperbanyak amal pada seluruh malam pada bulan Ramadhan, dengan harapan ada yang bertepatan dengan Lailatul Qadar.
Dengan tidak ditentukan kapan waktu dan tanggalnya, kita akan dituntut untuk selalu beribadah karena Allah, dan bukan hanya menjaganya di satu tanggal tertentu yang sudah kita tahu kapan malam Lailatul Qadar itu. Berbeda bila telah ditentukan kapan tanggal jatuhnya malam Lailatul Qadar, kesungguhan dalam beramal hanya akan ada pada satu malam itu. Akibatnya, kesempatan beribadah pada malam-malam lainnya akan dilewatkan begitu saja, atau setidaknya amal ibadahnya menurun.
Bahkan sebagian ulama mengambil satu faidah dari sabda Nabi SAW di atas, yaitu sebaiknya orang yang mengetahui Lailatul Qadar itu menyembunyikannya, karena Allah SWT telah menakdirkan pada nabi-Nya SAW untuk tidak memberitakannya. Dan semua kebaikan tentu ada pada sesuatu yang telah ditaqdirkan bagi Nabi SAW, sehingga kita disunnahkan untuk mengikutinya.
Dibukanya Pintu Surga
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu."
Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang cenderung menjauhi maksiat ketika itu.
Walaupun banyak manusia yang melakukan maksiat dalam kesehariannya, terlihat perubahan dan perbedaan yang jelas bila di bulan Ramadhan. Mereka lebih banyak melakukan amal shalih, meninggalkan maksiat. Kita berdoa, semoga saudara-saudara kita akan terus melakukan ibadah dan perbuatan amal shalih, menjauhi larangan Allah, walau bukan di bulan Ramadhan. Insya Allah.
Dikabulkannya Doa
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila memanjatkan doa pasti dikabulkan."
Nabi juga bersabda, "Tiga orang yang doanya tidak tertolak adalah orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizhalimi."
An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan, "Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa dari awal ia berpuasa hingga akhirnya."
la juga mengatakan, "Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai, serta jangan lupa pula mendoakan kaum muslimin lainnya."
Berniat Puasa di Malam Hari
Diwajibkan untuk umat Islam yang akan berpuasa wajib berniat akan menjalankan ibadah puasa pada malam sebelumnya, ketika ia akan berpuasa pada esok harinya. Nabi bersabda, "Barang siapa tidak berniat berpuasa pada malam harinya, tidak sah puasa yang ia lakukan di esok harinya." (HR Al-Baihaqi dalam Sunannya).
Diriwayatkan pula oleh Imam Malik dalam AI-Muwaththa nya dengan sanad Nafi dari Abdullah bin Umar, `Tidak dianggap puasa kecuali yang berniat puasa sebelum terbitnya fajar." Imam Malik meriwayatkan pula dari Ibnu Syihab Az-Zuhri dari Aisyah dan Hafshah, yang keduanya adalah istri Nabi, yang menegaskan sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Umar.
Maka bemiat puasa di bulan Ramadhan adalah wajib, dan niat itu haruslah dikuatkan di hati pada malam harinya sebelum terbit fajar. Sehingga tidak sah puasa orang yang belum sempat berniat di malam harinya.
Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah menegaskan dalam AI-Majmu Syarh AlMuhadzdzab jilid 6 halaman 305, "Dan madzhab kami menyatakan bahwa tidak sah puasa kecuali dengan niat, baik puasa wajib Ramadhan maupun puasa wajib yang lainnya, maupun puasa sunnah. Dan telah berpendapat demikian segenap ulama kecuali Atha dan Mujahid dan Zufar."
AI-Imam Al-Mawardi Rahimahullah dalam Al Hawi Al Kabir jilid 3 halaman 243 menegaskan, "Imam Syafii dan segenap ulama ahli fiqih telah berpendapat tentang wajibnya niat puasa Ramadhan." Kemudian ia menambahkan, "Karena puasa itu adalah ibadah. Ada yang wajib dan ada yang sunnah. Maka semestinyalah niat itu sebagai syarat sahnya amalan tersebut sebagaimana shalat juga disyaratkan dengan niat untuknya."
AI-Imam Abul Qasim Abdul Karim bin Muhammad bin Abdul Karim Ar-Rafii AlQazwaini Asy-Syafii dalam Asy-Syarhul Kabirjilid 3 halaman 183 menyebutkan, "Niat itu wajib dalam menjalankan puasa, dan tidak dianggap sah satu amalan kecuali dengan berniat. Dan tempatnya niat itu adalah hati, dan tidaklah disyaratkan dalam berniat itu dengan melafadzkannya untuk berpuasa, dan ini adalah pendapat yang tidak berselisih padanya para ulama."
Sahur dan berbuka
Sahur adalah makan dan minum yang disunnahkan terhadap orang yang akan menunaikan puasa, dan lebih utama amalan sahur itu adalah diakhirkan sampai menjelang terbitnya fajar.
Batas waktu waktu sahur yaitu terbitnya fajar di ufuk timur dalam bentuk garis putih kemerah-merahan membentang secara horizontal dari utara ke selatan. Inilah yang dinamakan fajar shadiq. Adapun sejenak sebelum itu, ada pula sinar putih kemerah-merahan di ufuk timur, tetapi sinarnya dari bawah membentang secara vertikal ke atas, yang demikian ini dinamakan fajar kadzib, dan tidak dianggap sebagai batas waktu makan sahur, sehingga orang yang berpuasa tetap boleh makan sahur sampai terbitnya fajar shadiq.
Firman Allah, "Dan makanlah kalian dan minumlah hingga tampak bagi kalian benang putih dari benang hitam dari sinar fajar." (QS AI-Baqarah: 187).
Dalam kaitannya dengan ayat ini, AlImam AI-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya pada hadits ke-1 .916 sebuah pengalaman yang diceritakan oleh Adi bin Hatim RA sebagai berikut, "Ketika turun ayat yang mengatakanDan makanminumlah sehingga menjadi jelas bagi kalian benang berwarna dari benang berwarna hitam, aku menyiapkan tali berwarna hitam dan tali berwarna putih dan aku letakkan keduanya di bawah bantalku. Dan setiap saat di kegelapan malam aku melihat kepada keduanya untuk melihat batas waktu sahur.
Sehingga, ketika di pagi hari aku bertemu Rasulullah SAW, aku ceritakan kepada beliau apa yang aku lakukan. Maka beliau pun bersabda, menjelaskan kepadaku, `Yang dimaksud di ayat itu sesungguhnya hanyalah hitamnya malam dan putihnya siang."
Demikianlah keterangan dari ayat AlQuran yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. Fajar itu mulai terbitnya di ufuk timur adalah dalam bentuk garis tipis seperti benang berwarna putih yang tampak jelas di tengah-tengah warna hitam kelamnya malam. Dan garis itu bertambah tebal terus-menerus. Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan lebih lanjut, "Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar jenis pertama bila terbit, maka tidak diharamkan padanya makan dan minum dan tidak dihalalkan shalat Subuh. Dan adapun fajar jenis kedua bila ia terbit, diharamkan makan dan minum dan dihalalkan shalat Subuh." (HR Al-Baihaqi dalam As Sunanul Kubra jilid 4 halaman 216 dari Ibnu Abbas RA). Fajar jenis pertama dinamakan fajar kadzib dan fajar jenis kedua dinamakan fajar shadiq.
AI-Imam At-Tirmidzi telah meriwayatkan dalam Sunannya sebuah penjelasan dari Nabi Muhammad SAW tentang fajar kadzib dan fajar shadiq dalam kaitannya dengan bersahur. Dari Thalq bin Ali RA, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Makan dan minumlah kalian (dalam sahur kalian). Dan janganlah menghalangi kalian untuk makan dan minum sahur dengan terbitnya sinar di ufuk timur yang membentang ke atas (yakni fajar kadzib), dan teruslah kalian makan dan minum sehingga terbit di hadapan kalian di ufuk timur sinar yang membentang horizontal berwarna merah (yakni fajar shadiq)."
Al-Imam At-Tirmidzi menyatakan, "Hadits ini juga diriwayatkan oleh Adi bin Hatim, Abu Dzar, dan Samurah bin Jundub." Kemudian AI-Imam At-Tirmidzi menambahkan, "Hadits Thalq bin Ali adalah hadits yang hasan gharib dari sanad ini. Dan pengamalan hadits ini menurut para ulama adalah bahwa tidak haram bagi orang yang akan puasa untuk makan minum di waktu sahur sehingga terbitnya fajar yang berwarna merah membentang secara horizontal di ufuk timur."
Adapun hikmah disunnahkannya sahur dan dianjurkannya adalah untuk menyelisihi Ahlul Kitab, yakni Yahudi dan Nashara, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim bin Hajjaj AI-Qusyairi An-Nisaburi dalam Shahihnya dari Amr bin Al-Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur."
Hikmah makan sahur juga karena adanya barakah yang Allah berikan padanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam AI-Bukhari dalam Shahihnya dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah bersabda, "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada barakah."
Sunnah Ramadhan
Puasa wajib bulan Ramadhan yang dijalani umat muslim di seluruh dunia itu bisa menjadi benteng pertahanan diri. Karena tujuan dari puasa itu tak lain adalah demi meningkatkan ketaqwaan dan keimanan. Di samping itu, di bulan Ramadhan Allah juga berjanji akan memberikan pahala yang besar kepada siapa saja yang berbuat kebajikan dan kebaikan.
Wajar jika Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah "tabungan" pahala di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Al-Baihaqi dijelaskan bahwa amalan-amalan sunnah pada bulan suci Ramadhan bernilai amalan wajib, sedang amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar bulan Ramadhan.
Maka, bulan Ramadhan adalah peluang terbaik untuk berbuat kebaikan. Sekecil apa pun kebaikan yang ditebarkan, itu bernilai ibadah.
Ada beberapa amalan yang disunnahkan pada bulan penuh maghfirah ini, selain amalan-amalan sunnah yang telah disebut di atas. Di antaranya:
1. Mengkhatamkan Al Quran. Dengan mengingat Ramadhan sebagai bulan Al-Quran, umat muslim disunnahkan
untuk mengkhatamkan AI-Quran. Dalam sebuah hadist diceritakan, Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Quran (HR Al-Bukhari dan Muslim).
2. Memberi makanan berbuka kepada mereka yang berpuasa. Sepanjang bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir kurma.
3. Memperbanyak sedekah. Termasuk amalan sunnah yang dianjurkan sepanjang bulan Ramadhan adalah memperbanyak sedekah. Karena, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR AlTirmidzi).
4. Itikaf. Itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. Itikaf disunnahkan bagi lakilaki dan perempuan. Rasulullah SAW selalu beritikaf terutama pada sepuluh malam terakhir. Aisyah RA berkata, "Bila telah memasuki sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, Nabi menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (istrinya), dan meninggalkan istrinya (tidak berhubungan suami-istri)." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
5. Umrah. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan ibadah umrah, lantaran umrah di bulan Ramadhan itu memiliki pahala seperti pahala haji, bahkan pahala haji bersama Rasulullah SAW.
6. Memperbanyak membaca doa. Doa seseorang ketika berbuka termasuk salah satu doa yang mustajab. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bagi orang yang berpuasa ketika sedang berbuka, ada doa yang tidak akan ditolak." (HR Al-Tirmidzi).
Available link for download
Tuesday, December 6, 2016
Indahnya Berbagi Bila Tidak Hanya di Ramadhan
Indahnya Berbagi Bila Tidak Hanya di Ramadhan
Ramadhan bulan berbagi dan memberi. Selama bulan Ramadhan banyak orang yang tidak ingin melewatkan bulan dengan pahala berlipatganda ini untuk saling berbagi. Setidaknya itu yang terjadi di lingkungan tempat saya tinggal, sebuah desa di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.
Beberapa momen berbagi dan member yang saya rasakan di Bulan Ramadhan di perumahan saya sebagai berikut :
Memberi Buka Puasa
Pengurus Masjid di lingkungan saya tinggal memberi jatah pada tiap warga untuk memberikan buka puasa ke Masjid minimal satu kali selama bulan ramadhan. Makanan buka puasa ini akan dinikmati oleh remaja dan Bapak-bapak yang menunggu buka puasa di Masjid dan untuk para pembaca Alquran yang melakukan tadarus. Memberi buka puasa akan menambah kedekatan pada tetangga karena sangat jarang kita memikirkan memberikan sesuatu pada tetangga dan warga sekitar di luar bulan Ramadhan.
Juga sesekali kami, saling berbagi makanan buka puasa dengan tetangga terdekat. Energi berbagi sangat kuat di Bulan penuh rahmat ini.
Buka Puasa Bersama
Acara ini biasanya paling ramai dihadiri warga. Pastinya karena akan mendapat menu buka puasa gratis. Selain itu hampir semua warga yang berpuasa berkumpul dan saling berinteraksi di acara ini. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan pun terlihat sangat kental di acara ini. Warga membawa hidangan buka puasa dan saling membantu menyiapkan acara. Sungguh indah energy berbagi di Bulan penuh ampunan ini.
Sumbangan Anak Yatim dan Janda
Tak sempurna rasanya berbagi dan member kalau hanya dinikmati oleh mereka yang mampu. Justru di Bulan Ramdhan ini perhatian terhadap kalangan tidak mampu makin besar. Itulah yang terjadi di lingkungan saya dimana Pengurus Majelis Taklim Ibu-ibu menghimpun dana untuk diberikan kepada anak Yatim dan Janda yang ada di dekat lingkungan perumahan. Setiap rumah dimintai kesediaannya untuk menyumbangkan sejumlah uang yang nantinya akan diberikan langsung pada para yatim dan janda.
THR untuk Pembantu dan Satpam
Tidak hanya anak yatim dan janda menjadi sasaran untuk berbagi dan member, para pembantu rumah tangga dan satpam juga mendapat perhatian. Di Bulan Ramadhan, sumbangan RT (Rukun Tetangga), juga ditambah untuk member tambahan bagi para Bibi pembantu rumah tangga dan petugas satuan pengamanan (Satpam) perumahan agar mendapat tunjangan di luar gaji tetapnya. Sebenarnya, THR (Tunjangan Hari Raya) harusnya menjadi tugas majikan masing-masing, namun pihak pengurus RT dan Pengurus Masjid berinisiatif member tambahan lagi. Dana ini biasanya diambilkan dari Kas RT, zakat harta dan sedekah warga yang dikoordinir oleh amil zakat di Masjid.
Saya merasakan energi positif yang meliputi manusia yang berpuasa di Bulan Ramadhan ini, khususnya energi berbagi dan member. Apalagi ada motivasi dari sabda Nabi Muhammad SAW:
Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan. (HR. al-Tirmidzi dari Anas)
Hadist tersebut mungkin menjadi energi tambahan bagi para warga lingkungan saya untuk meningkatkan amal sosialnya di bulan ini. Namun bukan berarti di bulan lain pahala sedekah kurang nilainya. Bersedekah kapan pun tetap bernilai kebaikan. Di Ramadhan, hadits ini memberi motivasi dan mengasah hati orang berpuasa agar amal sosial justu ditingkatkan di Bulan yang pahalanya ditingkatkan nilainya.
Memang tak usah diragukan, Bulan Ramadhan adalah Bulan makin dekat dengan sesama dan saling berbagi apapun yang kita miliki. Lebih baik lagi semangat berbagi dan memberi ini dilanjutkan diluar bulan ramadhan. Sedekah sangat baik dan dianjurkan. Bila sedekah hanya untuk mengejar pahala pribadi namun kurang memperhatikan dampak sosial, maka yang terjadi setelah Ramadhan, kebiasaan berbagi dikhawatirkan akan berkurang atau bahkan terhenti.
Semoga energi berbagi dan memberi ini menjadi kekuatan bangsa ini untuk menjadi lebih baik dan bangkit dari keterpurukan.
Salam berbagi!
Available link for download
Tuesday, November 15, 2016
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 Hijriyah
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 Hijriyah
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 Hijriyah
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Available link for download
Subscribe to:
Posts (Atom)